Kopi Efektif Hindari Diabetes Dan Kanker Prostat
Kopi Efektif Hindari Diabetes Dan Kanker Prostat
Para penggemar kopi dan teh ternyata memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit diabetes tipe 2, yakni diabetes yang tidak bergantung pada insulin dan merupakan tipe diabetes yang lebih umum.
Namun, khasiat kopi dan teh untuk melindungi tubuh bukan berasal dari kafein yang terkandung di dalamnya. Terbukti karena kopi yang nonkafein (decaf) memiliki efek terbaik untuk menangkal penyakit diabetes. Demikian dimuat dalam Archives of Internal Medicine.
Mereka mendasarkan kesimpulan ini pada 18 hasil penelitian yang melibatkan
500.000 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa orang yang minum teh 3-4 gelas kopi atau teh per hari menurunkan risiko diabetes 20 persen atau lebih. Bahkan, jika yang diminum adalah kopi nonkafein, maka efeknya akan lebih baik yakni lebih dari 30 persen.
Penderita penyakit diabetes tipe dua, biasanya mulai merasakan keluhan pada usia 40 tahun dan semakin terasa ketika tubuh tidak memproduksi insulin yang tepat yang dibutuhkan tubuh.
Biasanya diabetes tipe dua ini diatasi dengan menu diet sehat dan meningkatkan aktivitas fisik. Obat-obatan dan suntikan insulin kadang kala juga dibutuhkan untuk mengatasi keluhan penderita diabetes.
Para peneliti percaya penemuan kopi dan teh mengantung zat aktif menangkal
diabetes sehingga akan membuka jalan baru dalam langkah dasar untuk menangkal diabetes mellitus.
Mimun kopi secara teratur membantu menurunkan risiko kanker prostat stadium lanjut. Studi yang telah dipresentasikan pada konferensi American Association for Cancer Research menunjukkan, laki-laki yang paling banyak minum kopi berisiko 59 persen lebih kecil mengalami kanker prostat stadium lanjut dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.
Menurut peneliti, masih terlalu awal untuk menganjurkan agar laki-laki mulai
minum kopi untuk mencegah kanker prostat, tapi hasil studi sangat menjanjikan.
“Sangat sedikit faktor gaya hidup yang secara konsisten berkaitan dengan
risiko kanker prostat, khususnya dengan risiko penyakit agresif, jadi akan sangat menarik jika hubungan ini juga dikonfirmasi oleh studi-studi lain,” tutur peneliti Kathryn M. Wilson, PhD, dari Channing Laboratory, Harvard Medical School and the Harvard School of Public Health, seperti dikutip situs webmd.”Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa tidak ada alasan untuk berhenti minum kopi hanya karena takut kanker rpostat.”
Studi ini, terang peneliti, merupakan studi pertama yang melihat keduanya-keduanya, risiko umum kanker prostat dan risiko kanker prostat lokal dan kanker prostat stadium lanjut yang telah menyebar ke luar prostat.
Komponen
Dalam studi ini, para peneliti menganalisis informasi dari Health Professionals’ Follow-Up Study, yang melibatkan data kebiasaan minum kopi dari hampir 50,000 laki-laki dari 1986-2006. Dalam selang waktu ini, 4,975 laki-laki tersebut menderita kanker prostat.
Hasil studi menunjukkan bahwa laki-laki yang paling banyak minum kopi (6 cangkir atau lebih per hari) memiliki risiko 59 persen lebih rendah mengalami kanker prostat agresif (penyakit fatal atau stadium lanjut) dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.
Akan tetapi, terang peneliti, efek ini tidak hanya disebabkan oleh kandungan
kafein dalam kopi. Studi menunjukkan bahwa laki-laki yang minum kopi tidak berkafein juga mengalami pengurangan risiko yang sama.
Kopi, lanjut peneliti, juga mengandung komponen bermanfaat seperti antioksidan dan mineral-mineral yang turut berperan dalam mencegah kanker prostat.”Kopi mempunyai efek terhadap metabolisme insulin dan glukosa serta kadar hormon seks, semuanya berperan dalam kanker prostat,” terang Wilson.
By Karai aceh

















Leave a Reply