Konfigurasi FreeNAS [Part 1]
Konfigurasi FreeNAS [Part 1]
Dalam Tutorial ini akan membahas mengenai konfigurasi dasar pada FreeNAS Server, dan akan saya bahas dalam beberapa part mengingat keterbatasan waktu yang saya miliki dalam menulis artiket ini.
Part 1 ini akan membahas diantaranya :
System
a. General.
b. Advanced.
c. Static Routes.
d. Hosts.
e. Firmware.
f. Backup/Restore.
g. Factory Defaults.
h. Reboot.
i. Shutdown.
General
Pada bagian ini bahasan kita ada 2 yaitu general, disini kita bisa mengkonfigurasi nama/hostname dari freenas yang kita buat, domain bisa diisi sesuai dengan domain yang kita pakai pada network kita. IP DNS Server yang kita miliki bisa kita konfigurasi disini sesuai dengan Versi DNS Server yang kita miliki, yaitu IPv4 atau IPv6 atau bisa diisi keduanya.Username untuk mengakses FreeNAS server ini juga bisa anda ganti pada bagian ini, untuk protokol yang akan ada gunakan juga bisa di set sesuai dengan kebutuhan kita (HTTP/HTTPS), jika FreeNAS server ini bisa di akses melalui jaringan internet sebaikknya anda gunakan HTTPS. Untuk port yang akan ada gunakan bisa bebas sesuai yang anda inginkan, hal ini bisa anda lakukan jika anda memang mengerti akan port² yang secara internasional telah di tetapkan agar dalam konfigurasi tidak akan terjadi gangguan pada jaringan anda yang disebabkan oleh bentroknya port, tetapi secara umum hal ini belum pernah saya temukan. Bahasa secara default bisa anda pilih English, karena bahasa indonesia belum di dukung oleh program FreeNAS ini. Time zone untuk waktu indonesia adalah Etc/GMT+7 untuk bahasan yang selebihnya bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan.
Bahasan kedua adalah perubahan password jika anda inginkan.
Advanced
Advanced terdiri dari advanced setup, proxy, swap, command scripts, cron.
Advanced setup merupakan setup tambahan dalam system, anda bisa memasukkan Certificate dan Key jika anda menggunakan port SSL. Setting tambahan lainnya bisa anda masukkan pada Miscellaneous.
Pada bagian Proxy anda bisa memasukkan address dan port proxy server dan ftp server, ini digunakan jika FreeNAS akan anda upgrade.
Pada bagian swap anda bisa menentukan berapa besar ukuran hard disk anda yang akan digunakan untuk swap partition.
Bagian command scripts dan cron tidak saya bahas karena konfigurasi bagian ini diharapkan anda mengerti dasar dan script pada FreeBSD.
Static Routes
Anda pilih terlebih dahulu Interface pada FreeNAS server anda, kemudian anda bisa masukkan destination network dan gateway jaringan anda beserta description jika anda inginkan.
Hosts.
Bagian ini untuk menentukan Hostname dan ipaddress FreeNAS server anda.
Firmware.
Bagian ini akan digunakan jika dalam jaringan anda mendukung Firmware, karena jaringan yang saya pakai tidak menggunakan firmware maka saya tidak bisa menampilakan gambarnya disini.
Backup/Restore.
Pada bagian ini anda bisa menggunakan fasilitas backup dan restore konfigurasi freenas server anda
Factory Defaults.
Bagian ini digunakan jika anda mengalami crash system atau salah konfigurasi sehingga anda menginginkan untuk mereset ulang konfigurasi yang ada.
Reboot.
Digunakan jika anda ingin merestart freenas server anda.
Shutdown.
Untuk mematikan freenas server anda.
Bersambung …
bykaraiaceh































Leave a Reply